Tahun Baru Yang Indah

Tahun Baru Yang Indah

Ini aku buat untuk sayangku neng Andani Citra yang baik, caem, sexy dan yang pasti sangat menggairahkan juga pada temen-temennya. Sebelumnya aku sangat berterima kasih pada nyamuk.com yang telah menampilkan tulisanku ini.

Pada tahun baru yang lalu aku berkenalan ama cewek yang namanya Angelina yang biasa dipanggil lina, lina adalah cewek yang masih duduk kelas 2 smp dengan tinggi 165 cm, dan dengan dada yg tak terlalu besar tetapi kencang dan mancung kedepan kira-kira 34, kulit putih, dengan pantat yang sexy. Yang pasti setiap cowok yang melihatnya akan menelan ludah.

Hubungan kami berawal ketika malam itu lina mengajakku tuk nginap dirumah tante susan adik dari ibunya. Malam itu memang cukup dingin, lalu kupinjamkan jaketku untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai kaos merah dan rok mini warna hitam. menurutku lina sungguh sexy sekali malam itu, dia memakai kaos merah tanpa lengan, dan bra putih yang semakin menunjukkan kemolekkan dari tubuhnya. Dan rambut panjangnya yang terawat dibiarkan tergerai. dan entah kenapa dia langsung mengajukku kekamar, trus lina bilang wa?, panggilan namaku dewa.apa!, kataku? Kita kekamarku aja yah, sambil dia menarik tanganku. Kamarnya sungguh rapi, ya, maklum kamar cewek. Singkat cerita dia, bercerita padaku bahwa dia baru saja baru memutuskan pacarnya karena mendua. Dia menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Lina tak menolaknya. Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik dan sexy sekali malam ini. Lina tersenyum dan menatapku dalam, lalu me mejamkan matanya. Kucium bibirnya, yang hangat, dia menerimanya. Kucium dia dengan lebih galak dan dia membalasnya dengan lebih ganas lagi, lalu tangannya merangkul pundakku. Kami berciuman dengan cukup ganas lalu aku turun ke lehernya, Lina pun mendesah “aaaahh…wa..” Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok. Lina mendesah lagi,wa…trus…remas yah.. dan menjambak rambutku. Lina sayang kita kan baru kenal ko kamu langsung….? Langsung apa yoo…??nafsu maksud kamu ?tanyanya lagi. iya.. kataku. Aak…dia memanggilku seperti itu tidak lagi manggil namaku, iya ada apa lina cantik?, pujiku. Setelah beberapa saat kulepaskan dia. Lina sudah terangsang banget, kulucuti pakaiannya, kaosnya kulepas, sekalian bra-nya, tapi dia tidak marah dan diam saja, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan punting merah coklat yang telah mengeras. Kubasahi dengan ludahku lalu ku cium dan menjilatnya, dia hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Kulanjutkan me lucuti celananya, dia memakai CD putih yang transparan sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab dan indah. ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya besih, Dan vaginanya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar dan mulai basah. Serta montok dibagian bibir memeknya. Kupangku dia dan mulai menciuminya lagi, dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya, ku jilati, kutekan bahkan kugigit kecil dengan gigiku, Lina menggelinjang keasikkan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan. Tangan kananku mulai memainkan clit-nya, dan ternyata sudah banjir, kugesek klitorisnya dengan jari tengahku, perlahan-lahan tapi pasti, desahan dan lenguhannya semakin sering kudengar. Seirama dengan sapuan lidahku di puntingnya, Lina makin terangsang hebat, dia bahkan menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya, “aaakk, enakh…banget…enakh…trus emut tetek aku aak sayang ??” bebera pa menit, badannya mulai mengejang dan “aak…Lina…mo…keluaaaarrr..nih..!” Sambil berteriak Lina orgasme, denyutan vagina kurasakan di tangan kananku semakin bergetar sekali. Lina kemudian berdiri.

“Sekarang giliran aak, akan aku buat aak jadi ketagihan” katanya. Celanaku langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu tangannya memegang penisku dan yang lain memgang zakarnya, dia mengelus-ngelusnya dengan lembut “mmmmhhh…ooohhh…bbaaguusss…lina,” desahku. “Enak ya,.aak?” Akupun mengangguk. “Kamu hebat sekali sayang”, jawabku. Lina mulai menciumi penisku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan mengocoknya dengan mulutnya. kocokannya sungguh nikmat. Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian dia berhenti. “Don, penismu lumanyan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang nich.” Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69, apa tuh 69..?katanya. sini aku ajarin deh,kataku. Akhirnya dia mau. Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Lina udah mengocok penisku. Saat itu aku baru menikmati vagina seorang cewek, aku mulai menjilati vaginanya, ha rum sekali dan bau cairan vagina, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap vaginanya keras-keras. “aak…aku suka banget, trus…jilat dan hisap kletitku”, dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena vaginanya sedang kujilat dan saat itulah saat pertama aku rasakan cairan wanita.

“aak…udah cepetan masukin kontol aak kememek lina, aku dah gak tahan lagi pengen dientot, ceracaunya?”.aku mulai melakukan gaya dog style dan aku mulai memasukkan penisku ke pantatnya yang besar dan menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama, tapi aku masukin kememeknya, karena dia bilang gitu. kemudian, aku bosan dengan gaya itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku dan aku mulai memasukkan penisku ke dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi, perlahan kumasukkan, terasa sekali denyutan vaginanya. Vaginanya agak susah kumasuki, setelah penisku masuk kira-kira ½, ada sedikit darah mengalir, ternyata dia perawan batinku, kubisiki dia “Lin, sebentar lagi kamu akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya “. Pelahan kugoyang penisku, maju mundur, rintihan kesakitan berubah menjadi desahan kenikmatan, aku lihat lina merem melek merasakan kenikmatan yang tiada taranya, “lin…kenapa ko..kamu nangis?tanyaku. gak ko, aak aku saking nikmatnya hingga air mataku tak trasa mengalir”.oooo ….??sambil aku kocok trus memeknya, dia bilang, aak…iyah sayang. Jawabku. Aak mau kan ngentot memekku, kalau lagi gatel..?tanyanya lagi. Mau sayang, jawabku, Trus dia tersenyum sambil dia mendesah kras karena sodokanku yang makin cepat. Saat aku berada di atas Lina, kujilati dan kukecup payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang lagi, aku mulai menekannya dengan nafsu dan tentunya penisku sudah masuk ke dalam vaginanya yang sangat nikmat itu. “Ooohh nikmat sekali rasanya”, dia juga menjerit “Ssshh..oohh…yeess…”, “aak…rasanya memek lina ketagihan nih…ma kontol aak.??”sama lina sayang aku juga.

beberapa kemudian, dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku juga mengalami perasaan yang aneh karena sepertinya ada yang mau keluar dari kemaluanku, “Dewa… aku mauuu keluaarrr” dan aku juga menjawabnya “Lin… kayaknya akuu jugaa maauu…keluuuaarrr…” badanku dan Lina sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar dari penisku ke dalam vaginanya dan aku juga merasa ada yang membasahi penisku dengan amat sangat. “Ooohhh….aarrgghhhh…enak banget sayang, eranganku ketika orgasme. “Sama aak…. aku nikmat sekaliiiii….jawabnya” Setelah itu, Lina terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang kecilnya. Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia pun tertidur pulas.

Karena aku nggak mau mengganggu dia, aku keluar dari kamarnya dan kulihat di ruang tengah, ada seorang wanita kira-kira 29 tahunan sedang mengusap-usap clitorisnya sambil menonton VCD dan aku menghampirinya dan dia berbicara kepadaku.” Ayoo…kamu apain tuh Keponakanku itu…?” Terus aku berkata ke dia, “Tante.. kemari dech aku mau bilang sesuatu!” Dia mengikutiku, Tantenya Lina hanya memakai kaos dan rok mini. “Ada apaan sih!” katanya padaku. Tanpa banyak omong kudekati vaginannya yang sudah basah, pikirku ini adalah kesempatan. Ku elus vaginanya perlahan, dan kucium bibirnya, tanpa penolakan, lalu desahan yang kudengar. “Enaaakh…dik, siapa namamu…?” tanyanya “Dewa” jawabku. “Ohh… dewa please!!…puasin…tante…sayang malam…ini” sambil mendesah dan melenguh. “Iya pasti dong tante, masa memek keponakan tante aja yang ngerasain kontolku, memek ini juga pengen kan?”tanyaku. “yah udah sekarang kamu entot memek tante yah ampe puas, please..!!yah sayang? aku dah lama memekku gak ngerasian kontol lagi, sambil terus mengocok kontolku, karena aku dah entotan ama lina tadi masih bugil. beberapa menit kemudian kulepaskan dia dari belaianku, kulucuti pakaiannya, kondisi badannya sama dengan Lina, hanya saja payudaranya sedikit lebih besar. Kugandeng dia ke kamarnya Lina, ternyata dia sudah terbangun, dan sedang membersihkan vaginanya. “Udah bangun, Lin” dia menjawabnya dengan senyuman manisnya. “kontol Temanmu ini kupakai dulu ya, memek tante dah gatel banget” tantenya berkata, “silahkan tante, enak banget lo…!!kontolnya, aku kan tadi udah dientotnya?”.kata lina. “Kamu bandel banget yah, masih smp dah ngerasain entotan.” Tante susan jangan bilangin ibu yah?tanyanya lagi. “Oke!!asal kalau kamu mau ngentot lagi ajak tante yah?balasnya.”iyah tante”.jawabnya. lina pun langsung keluar, rupanya dia takut mengganggu tantenya yang akan kuentot. kubaringkan dia, kutabrak vaginanya dengan penisku, ternyata sedikit lebih mudah, karena dia sudah tidak perawan pik irku tetapi masih cukup kencang. Kumulai gerakan penisku, dan kucium lagi bibirnya, dan kunikmati payudaranya. Kami saling bersahutan merasakan kenikmatan bersama.

beberapa kemudian aku mulai menghisap dan menjilat vaginanya dan clitorisnya sampai dia benar-benar mau klimaks dan setelah dia bilang dia mau klimaks, kumasukan penisku ke dalam vaginanya lagi dan blesss. Setelah beberapa lama, aku sepertinya mau keluar dan karena aku nggak bisa tahan kenikmatan ini makanya aku langsung saja, croottt… crottt… sampai beberapa kali dan setelah aku selesai Tantenya Lina gantian memelukku dengan eratnya dan dia berteriak “Masss… aku keeelurrr ooohh”, dia bergetar hebat dan setelah itu dia mencium bibirku dan melumat habis bibirku, “trima kasih ya sayang kamu telah muasin tante…kapan kapan kita entotan lagi yah?rasanya memekku jadi ketagihan ma kontol kamu, gimana?”tanyanya lagi mempertegas. “Baik tante, aku kan selalu mengentot tante,” jawabku dan setelah dia kecapaian aku tidur bersamanya dan paginya aku, tante susan dan keponakannya Angelina, kami pun entotan lagi. Aku sangat beruntung, sekali ngentot dapat dua memek sekaligus.

Bagi cewek2/mba2/tante2 yang memeknya lagi gatel cepat hubungi aku, Kalau ingin merasakan kontolku atau teman teman wanitanya yang ingin merasakan pelayananku hubungi aku lewat email: co_pengen69@yahoo.com Aku akan berusaha untuk dapat memuaskan kalian semua dengan berbagai cara yang aku lakukan. Salam kenal buat penulis ceweknya dari aku DEWA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: