Seks Itu Indah

Seks Itu Indah

Sebenarnya saya tidak berminat untuk mengirimkan cerita seperti ini, karena menurut saya 75% bahkan lebih merupakan cerita khayalan, meskipun diawali dengan tulisan ‘kisah nyata’. Beberapa kali saya mencoba mengirimkan email, baik kepada penulis pria maupun wanita namun tidak ada balasan, apakah begitu banyaknya tanggapan yang masuk sehingga mereka tidak sempat membalas email? Saya menjadi penasaran dan timbul keinginan mencoba mengirimkan salah satu kisah saya, maafkan jika saya tidak dapat menceritakan dengan baik.

Semua kisah saya bermula ketika saya menemukan sebuah situs. Saya adalah seorang pria indo, kedua orangtua saya bekerja sebagai dokter spesialis, salah satunya adalah spesialis seksologi. Mereka tidak pernah mengajar lisan tentang seks kepada saya, namun ketika saya SMP mereka memberikan buku-buku tentang kehidupan seks, maksudnya supaya saya mempelajarinya sendiri.

Buku-buku tersebut bukan berisi proses pembuahan seperti yang diajarkan di SMA, namun lebih detail mengenai alat-alat vital, proses pecahnya selaput dara (yang oleh para dokter disebut dengan sebutan jam, contohnya ‘jam 3′, yaitu menandakan besarnya robekan yang terjadi dan bagian mana yang robek), saluran-2 yang ada di dalam alat vital, otot-2 yang bekerja pada alat vital (otot-otot inilah yang mempengaruhi tingkat orgasme baik pria maupun wanita), dan hal-hal lainnya.

Berdasarkan pengetahuan ini banyak teman-teman SMA yang bertanya kepada saya. Kalau ada hal yang baru atau tidak saya ketahui, langsung saya mencarinya di buku. Seandainya tidak ketemu, saya tanyakan langsung kepada orangtua saya. Secara tidak sadar hal ini membuat saya begitu terobsesi pada seks, tidak terhitung banyaknya film BF yang telah saya lihat. Namun ada suatu kendala yang membuat saya menjadi rendah diri, yaitu ukuran alat vital saya yang cukup kecil. Menurut data hasil riset yang saya baca di buku, milik saya berada di tingkat minimum dari standar rata-rata ukuran vital pria Indonesia.

Selain film, saya juga senang ‘berselancar’ di internet mencari situs-situs porno, sampai suatu ketika saya menemukan situs cara membesarkan penis. Situs ini berbahasa Indonesia, setelah membayar saya mendapatkan paket file doc yang menjelaskan cara-caranya. Menurut penilaian saya cara-cara tersebut cukup aman asalkan dilakukan dengan mengikuti petunjuk dengan benar. Saya mencoba mengikuti program tersebut, memang ada hasilnya sedikit kurang lebih 1,5 cm panjangnya, namun dalam lingkarnya mengalami kemajuan yang cukup banyak, sehingga milik saya terlihat agak pendek gemuk.

Setelah itu saya mulai bosan melakukannya sebab membutuhkan waktu 1 sampai 1,5 jam tiap hari. Akhirnya saya berhenti sama sekali, namun latihan-latihan otot tetap saya lakukan karena dapat dilakukan dimana saja. Saya mencoba mencari situs-situs lain yang serupa tapi tidak menemukannya.

Sampai suatu ketika dalam email saya ada kiriman suatu situs yang mirip namun dalam bahasa Inggris. Mulanya saya mengira ini hanya email spam biasa yang menjebak agar kita percaya dan membayar sejumlah uang, tetapi saya mulai penasaran ketika dijelaskan bahwa latihan hanya diperlukan kurang dari 10 menit.

Akhirnya saya fax nomor credit card langsung karena tidak berani lewat internet. Ternyata luar biasa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pertumbuhan mulai terlihat dan hal ini pulalah yang membuat saya menjadi begitu percaya diri. Saya seperti menjadi orang yang baru, dan inilah yang menjadi awal petualangan saya. Tapi perlu diketahui, saya bukan menjadi orang yang sembarang mau melakukan hubungan seks. Saya tidak pernah mencari wanita di pub, disco atau mal-mal (saya menyenangi wanita yang menganggap seks itu indah dan mempunyai seni tersendiri, tidak jual mahal seakan-akan tidak mau diajak namun tidak juga diobral di jalanan).

Di sini saya akan menceritakan salah satunya, tetapi mohon maaf karena saya tidak mau membagikan semua teknik-teknik yang saya ketahui. Pada suatu hari, setelah pulang dari kantor perasaan saya suntuk sekali, saya pergi ke sebuah restoran yang ada pada sebuah hotel di Jakarta. Setelah selesai makan saya sedang berpikir apakah akan minum wine atau tidak.

Selagi berpikir saya menoleh ke samping dan melihat seorang wanita sedang memperhatikan. Saya pikir biasa karena wajah saya yang memang tergolong cakep, namun setelah beberapa kali, saya perhatikan sepertinya dia melihat bukan seperti orang yang sedang ngeceng, tapi seperti harapan agar saya mengenalinya. Lalu saya mengamati wajahnya (di restoran itu lampunya redup), kok seperti saya kenal pikirku. Dia tersenyum dan saya balas juga dengan senyuman. Saya ingat-ingat, akhirnya ingat juga, kalo bukan teman SMP pasti SMA (ternyata teman SMP).

“Novi yah..?” dia menangguk, “Apa kabar..?” sapa saya sambil berjalan ke arahnya.
“Baek, kamu gimana..? Udah jadi bos yah..?” jawabnya sekaligus bertanya.
“Enggak juga, sendirian nih? Kok ada di Jakarta? Kerja di Jakarta juga?” saya bertanya karena ada tiga piring kotor di meja.
“Tadi berdua, terus pacar temanku datang, sekarang mereka udah pergi, saya masih di Bandung kok, kebetulan tugas kantor.” dia bercerita.

Akhirnya kami ngobrol-ngobrol sejenak dan dari situ saya tahu bahwa dia masih single dan menginap di sebuah hotel lainnya.
Saya menawarkan untuk mengantarnya, ternyata dia mau sambil bercanda, “Ngga ada yang marah nih..?” saya jawab saja dengan tertawa kecil.
Di mobil kami saling cerita pengalaman masing-masing setelah lulus SMP, sampai akhirnya tiba di hotelnya.
Dia bertanya, “Mampir..?”
Dalam hati saya tertawa, “Ternyata sealiran.”
Berdasarkan pengalaman saya kurang lebih tahu mana yang sekedar basa-basi menawari mampir dan yang sedang menawari ‘itu’ secara halus.
Saya pandangi dia dengan tatapan dan berkata, “Kamu cantik.”
Dia tersenyum dan itu merupakan jawaban bagi saya, “Ok, kamar berapa nanti saya nyusul setelah parkir.” kata sayaa.
“Ah, bareng aja.” dia masuk kembali ke dalam mobil.

Singkat cerita kami sampai di kamar. Saya melihat daftar menu minuman dan timbul ide yang sering saya lakukan. Melalui room service saya memesan 3 tequila sunrise, Novi sedikit heran tapi diam saja. Kami mengobrol lagi sejenak, tapi dalam hati kami masing-masing tahu kalau kami sedang saling tunggu momen yang tetap untuk memulai. Tidak lama orderan datang dan saya mengajaknya minum.

Saya tanya apakah dia tahu cara meminumnya.
“Tau dong..!” katanya tanpa menunggu.
Dioleskan jeruk di tepi gelas di tangannya dan sesudah itu garam di tangannya, dijilatnya tangannya terus diminum dan terakhir jeruk dihisapnya, itu dilakukannya seperti hendak berkata ‘betul kan?’
Saya tersenyum melihatnya dan berkata, “Sudah benar tapi masih ada yang kurang.”
Novi seperti heran mendengarnya.

Saya ambil jeruk dan dioleskan ke gelas, “Kamu diam yah..!”
Saya berdiri menghampirinya, lalu tangan kiriku menyibakkan rambutnya ke belakang. Jeruk saya oleskan ke lehernya mulai dari leher samping sampai ke mulutnya dan saya taruh irisan jeruk itu di mulutnya. Novi tetap diam saja (mungkin saat itu dia sudah mulai mengerti). Garam saya taburkan sepanjang olesan jeruk sampai mulutnya, saat itu Novi setengah memejamkan matanya. Kemudian saya ambil gelas dan menjilat mulai dari lehernya, perlahan menuju mulutnya dan sebelum tiba di mulutnya saya meminum tequila, berlanjut dengan diambilnya irisan jeruk yang ada di mulutnya menggunakan mulut saya.

Untuk 2-3 detik seakan-akan saya menciumnya. Setelah menghisap sebentar jeruk itu, saya lihat Novi benar-benar memejamkan matanya seakan menunggu kelajutan aksi saya, tentu saja saya lanjutkan dengan French kiss yang cukup lama, saling beradu lidah dan bertukar air liur. Perlahan saya buka kancing kemejanya satu persatu dan saya lepaskan kemejanya. Jujur saja inilah saat yang paling saya gemari, yaitu saya hentikan ciuman dan memandangnya (sebagian besar wanita saat seperti ini memerah wajahnya), namun Novi hanya terlihat sedikit malu dan membalas tatapan saya seakan menantang ‘bisa apa lagi kamu?’

Saya ambil minuman saya yang kedua, sama dengan yang saya lakukan pertama, namun kali ini saya oleskan mulai dari lehernya menuju buah dadanya. Jeruk saya selipkan di bra-nya persis di atas putingnya, berbeda dari yang pertama. Kali ini saya meminum tequila saya di awal supaya lebih keras dan saya lanjutkan dengan menjilatnya mulai dari leher hingga ke dadanya. Saat sampai di dadanya sekaligus saya buka sedikit bra-nya hingga putingnya menyembul keluar, saya hisap jeruk saya sekenanya saja dan melanjutkan dengan menghisap putingnya.

Ketika memulai jilatan dari lehernya, Novi kembali memejamkan matanya, dan saat menghisap putingnya dia mendesis kecil. Saya lanjutkan hisapan sambil membuka bra-nya, lidah saya mainkan di sekitar aerolanya (bagian kehitaman sekeliling) berputar-putar baik kiri dan kanan, sesekali saya hisap dan gigit lembut (benar-benar saya nikmati saat seperti ini). Saat memmainkan buah dadanya, saya buka kemeja saya hingga kini kami sama-sama polos bagian atas.

Perlahan saya tuntun tubuhnya menuju tempat tidur sambil membuka celananya, lalu merebahkannya di bagian ujung tempat tidur dengan kaki terlipat. Perlahan saya buka belahan pahanya sambil menikmati pemandangan indah tersebut, terlihat di bagian tengah cd-nya terdapat sebercak cairan yang keluar dari kemaluannya. Saya mulai menjilat paha Novi pada bagian pinggir dari cd-nya dari bawah ke atas. Novi mulai merasa kegelian dan terdengar lirihan-lirihan kecil. Saya mulai tidak sabar melihatnya dan segera menarik cd-nya hingga terlepas.

Pemandangan indah yang jarang terlihat sekarang terpampang di depan, bulunya lebat namun tercukur rapih sekali (1-2 cm panjangnya). Dengan menggunakan telunjuk saya mengambil sedikit dari cairan yang keluar dari kemaluannya. Saya oleskan ke seluruh pinggir bagian dalam kemaluannya. Saya putar-putar jari di sekeliling kemaluannya juga pada klitorisnya. Novi bertambah kegelian dengan perlakuan itu dan tidak lama saya mulai menjilat klitorisnya dengan ujung lidah sekali.

Saya mainkan lagi dengan jari, saya jilat lagi 2-3 kali demikian makin lama makin sering hingga akhirnya lidah berputar-putar di sekelilingnya.
“Ehh.. ehh.. geli sekali..!” desahnya.
Saya masukkan lidah ke bagian dalam lubangnya, lalu saya jilat ke atas menuju klitorisnya tanpa menarik keluar lidah, sehingga kemaluannya seperti tertarik ke atas dan saya tahu tekanan lidah seperti itu sangat nikmat bagi wanita.
“Akhh.. gila..,” desahnya lagi.
Saya tersenyum dalam hati dan semakin terangsang mendengarnya, beberapa kali saya lakukan hal tersebut padanya.
“Inilah saat terbaik untuk memulai.” pikir saya.

Saya masukkan jari ke dalam lubangnya dan lidah berada pada klitorisnya. Di dalam saya tekuk jari satu buku menghadap ke atas dan mulai menggerakkan maju mundur (bagi para pria pelajari teknik ini baik-baik, latihlah untuk menekuk jari anda 1 buku, yaitu bagian ujung jari dan bagi para wanita atau pria yang berpengalaman tentu mengetahui bagian apa yang tersentuh dengan teknik ini).

Pada awalnya Novi hanya mendesis, namun beberapa saat kemudian gerakannya mulai liar mengikuti gerakan tangan dan lidah saya. Suaranya mulai tidak karuan dan bertambah keras sampai akhirnya saya melihat wajahnya mulai merah, otot-ototnya mulai menegang dan saya merasakan di dalam jari seperti terjepit oleh otot kemaluannya. Saya percepat sedikit tangan dan lidah serta tangan saya yang satunya berusaha meraih buah dadanya dan langsung memilin putingnya. Hanya beberapa detik kemudian terlihat dia menaikkan sedikit pantatnya dan punggungnya serta mengeluarkan suara cukup keras, “Akhh.. ehh..!”

Lidah saya tidak berhenti menjilat klitorisnya, jari saya perlambat gerakannya namun lebih dalam menusuknya. Hal ini membuatnya lebih dapat merasakan kenikmatan orgasmenya.
Setelah beberapa saat Novi berkata, “Gila gua nggak nyangka pake tangan bisa seenak itu, belajar darimana..?”
Saya tersenyum menang (hidung saya meninggi berapa cm yah?).
“Ah nggak, sebenarnya asalkan kita tau organ-organ tubuh dan reaksinya, mudah mempelajari tempat-tempat dimana wanita/pria merasakan kenikmatan yang lebih, itu aja.” jawab saya.
Namun kali ini saya benar-benar dibuat kecele oleh seorang wanita, ternyata dia juga seorang yang ahli, saya lanjutkan kejadiaannya.

Setelah itu Novi bangkit berdiri dan membuka celana serta celana dalam saya. Saya pikir dia akan meng-karoke milik saya dilanjutkan dengan hubungan selanjutnya, tapi Novi membaringkan saya persis seperti posisinya tadi (tiduran di ujung tempat tidur, kaki terlipat pada lutut). Disuruhnya saya menahan kedua kaki saya agar tetap di atas. Pertama-tama Novi menjilat bagian bawah dari pelir sambil memegang kemaluan saya. Diurutnya pelan dari bawah ke atas sehingga tangannya basah oleh cairan yang kuluar dari penis saya, tidak terlalu banyak memang namun Novi menggunakannya untuk melumuri seluruh batang penis, geli dan enak saya rasakan saat itu.

Tidak lama kemudian sungguh tidak disangka-sangka, (maaf bila terdengar sedikit jorok) lidahnya diturunkan 1-2 cm di bawah anus dan dijilatnya naik ke atas melewati anus, terus menuju penis hingga di ujungnya, dilanjutkan dengan karoke 2-3 kali dan kembali lagi ke bawah anus. Luar biasa rasanya, tentu saya pernah merasakan namanya dikaroke, tapi yang ini sangat lain, sesekali lidahnya berputar-putar di lubang anus, sesekali disedotnya penis hanya di bagian kepalanya, saya tidak dapat menceritakan bagaimana rasanya.

Akhirnya saya rasa sudah cukup bagian saya dan bangkit berdiri.
Novi bertanya, “Kenapa berhenti..?”
“Udah nggak tahan, pengen yang itu.” jawab saya sambil menunjuk kemaluannya.
Novi mencubit pelan dan berkata, “Bilang aja takut pertahanannya bobol, iya kan..?”
Saya hanya tersenyum mendengarnya, lalu langsung saya balikkan dia menjadi di bawah. Saya raba sedikit kemaluannya, masih basah namun saya tahu bahwa tensinya sudah turun sedikit. Saya hendak menaikkan lagi tensinya (maaf teknik ini tidak mau saya ceritakan).

Singkat cerita Novi sudah ‘on’ lagi dan mulai saya arahkan penis saya. Saya gesek-gesek sebentar dan memasukkan ujungnya, saya tekan lebih dalam sedikit, tarik lagi, masuk lagi lebih dalam sedikit, tarik lagi demikian seterusnya hingga masuklah semua penis ke dalamnya. Saya mulai gerakan maju mundur hingga beberapa menit. Ditengah jalan tiba-tiba Novi mengkontraksikan ototnya (pc), penis saya seakan-akan tersedot ke dalam.
“Tau juga dia latihan kegel seperti ini.” pikir saya.
Saya tarik napas dalam-dalam dan memusatkan kosentrasi agar saya tidak cepat ejakulasi, saya teruskan gerakan sampai akhirnya Novi mendapatkan orgasmenya yang kedua setelah yang pertama memakai jari tadi.

Sebenarnya saya pun sudah tidak lama lagi, untung saja Novi orgasme duluan hingga ada waktu bagi saya untuk diam sejenak. Setelah Novi siap lagi, saya mulai lagi gerakan, ditengah jalan saya rasakan tanda-tanda mau ejakulasi, saya berhenti bergerak maju mundur. Saya tekan dalam-dalam penis saya dan memainkan juga otot-otot di dalam sehingga membuat penis saya berdenyut-denyut (saya pernah mencoba melakukan seks tanpa bergerak sama sekali, hanya dengan membuat penis berdenyut dan berhasil membuat wanita itu orgasme, memang tidak selalu berhasil, syaratnya nafsu si wanita harus sedang tinggi-tingginya, sehingga ototnya pun mencengkeram penis cukup keras hingga bila penis berdenyut, si wanita mendapatkan tekanan/gesekan yang cukup).

“Eh.., kamu juga bisa..?” katanya.
“Emang cewe doang yang bisa latihan kegel, cowo juga bisa.” jawab saya, dan langsung saya sambung lagi, “Kalo nggak gini saya keburu keluar, kita sama-sama keluarnya yah, jadi kalo udah deket bilang yah..!”
Novi mengangguk manis dan saya terkam bibirnya. Dari bibirnya bibir saya turun sedikit ke dadanya, sedikit susah posisinya sehingga saya harus sedikit melengkung ke samping, sementara itu penis tetap saya buat berdenyut di dalam kemaluannya.

Tidak lama kemudian Novi berkata, “Udah deket..!” sambil meringis-ringis keenakan.
Saya hentikan denyutan dan mulai gerakan maju mundur lagi hingga merasakan otot kemaluannya mulai menjepit penis saya.
Dan akhirnya dengan sedikit melengkungkan tubuhnya, Novi bersuara, “Saya nyaammpee.. akkhh..!”
Saya percepat gerakan untuk menyusulnya, tidak lebih 3-4 detik berikutnya saya pun mendapatkan ejakulasi.

Tidak sempat saya bertanya harus dikeluarkan dimana, tensi saya begitu tinggi, tidak luput saya pun bersuara sedikit saat penis menyemburkan air mani beberapa kali. Harus saya akui, dikarenakan tingginya nafsu saya hingga semburan kali ini cukup keras. Saya langsung terkulai lemah menindihnya untuk beberapa saat. Setelah itu saya berguling ke sampingnya dan melakukan French kiss dengan lembut.

“Nov, jujur yah, malam ini saya benar-benar menikmati saat indah bersamamu.” kata saya.
“Novi juga.” balasnya.
Malam itu kami masih melakukannya satu kali lagi dan sekali lagi setelah bangun pagi, lalu saya cepat-cepat mandi di hotel dan pulang ke rumah untuk ganti baju dan pergi ke kantor.

Untuk Novi: Seandainya kamu membaca ini, ingatkah kamu akan setiap detail yang kita lakukan malam itu? Saya mengingatnya, bahkan setiap reaksi wajahmu setiap saya melakukan teknik yang menurutmu sedikit aneh, tapi enak kan!

TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: