Nikmatnya Vagina Agnes Monica

Nikmatnya Vagina Agnes Monica

Namaku Jimmy, umurku 19 tahun. Aku adalah salah satu mahasiswa di salah satu universitas negeri di Jakarta. Kata temanku, aku tampan, tinggiku ideal, dan bentuk tubuhku atletis. Aku akan menceritakan pengalamanku yang terhebat, bercinta dengan artis muda yang sedang bersinar saat ini, Agnes Monica. Mungkin aku tidak akan menceritakannya terlalu panjang, tapi ringkas dan padat. Sebulan yang lalu, aku pergi ke toko buku yang cukup besar, untuk mencari buku tentang sex, karena aku kuliah di fakultas seksologi.. Tempat itu sekarang cukup sepi, karena sudah sore. Aku sangat menikmati pencarian itu, karena selain membaca inti-intinya, aku juga sambil mengembangkan fantasiku, mengikuti cerita buku-buku itu. Rasanya aku sudah sange. Kalau saja aku punya uang banyak, dan didekatku ada wanita panggilan, pasti aku sudah mengerjainya. 

Aku baru sadar kalau disampingku ada seorang perempuan cantik, dan rasanya aku sering melihatnya, tapi aku lupa dimana. Dia memakai celana jeans dan kaos yang ketat. Aku baru ingat bahwa perempuan itu adalah artis idolaku, Agnes Monica. Aku memberanikan diri menyapanya dan berkenalan. Kami asyik ngobrol, dan aku mulai memancingnya bicara menjurus kemasalah sex. Ternyata dia juga menyukai hal-hal berbau sex. Dia suka melihat film blue, membaca
cerita-cerita panas, dan melihat gambar-gambar porno di internet. Aku senang karena hobinya sama denganku. Pembicaran kami berlangsung secara terbuka, dan dia selalu menjawab setiap pertanyaanku, apapun pertanyaan itu. Aku berfikir untuk mengajaknya berhubungan sex. Aku mulai bertanya dengan maksud mengajaknya melakukan itu.

J(Jimmy): Kamu pernah berhubungan sex?
A(Agnes): Pernah sih, baru dua kali.
J: Aku juga pernah, juga dua kali.
A: Dengan siapa?
J: Dengan mantan pacarku, dan teman sekampusku. Kalau kamu dengan siapa?
A: Aku nggak bisa mengatakannya, gimana kalau ternyata kamu wartawan? Lalu kamu mengatakannya pada orang-orang?
J: Aku sudah bilang aku mahasiswa. Kalau kamu nggak bisa bilang nggak apa-apa kok. Aku ngerti. Kamu melakukannya suka sama suka, atau dipaksa?
A: Aku tidak dipaksa. Aku menikmatinya. Terakhir aku bercinta, dua bulan yang lalu. Dan aku sangat ingin melakukannya lagi. Tapi tidak dengan sembarang cowok. Aku akan melakukan itu dengan cowok yang badannya tinggi, atletis, dan tampan seperti kamu.
J: Kalau aku mengajakmu bercinta, kamu mau tidak? Permainanku sangat hebat. Aku hafal sampai 30 variasi gaya. Cewek yang pernah bercinta denganku sampai orgasme tiga kali. Kamu mungkin akan mati kepuasan.
A: Tentu aku mau. Kamu ada tempat? Kalau tidak ada, kita dihotel saja.
J: Dihotel saja. Di rumahku selalu ada orang. 
A: Baik, biar aku yang bayar ongkosnya. 
J: Agar tidak memancing kecurigaan orang, nanti kamu pergi duluan untuk ‘check in’ dan masuk kamar dan aku akan mengikutimu dari belakang. Nanti , pintu kamarnya jangan dikunci dulu.
A: Baik. Kalau begitu ayo kita pergi sekarang.

Kami pun pergi berdua, naik mobilnya Agnes. Setelah sampai dihotel, kami menjalankan rencana kami. Setelah aku sampai dikamar hotel, Agnes sudah menungguku, dia duduk disofa. Dia sudah melepaskan kaos dan celananya, dia hanya memakai bra hitam dan CD yang juga berwarna hitam. Aku langsung mendekatinya, dan mencium bibirnya. Dan kami mulai memainkan lidah. Dia juga sudah ahli memainkan lidahnya. Aku mencium lehernya, sambil meremas dadanya yang belum begitu besar dan memutar putingnya. Dia menjerit “ooouugghhh” Aku mulai menjilati dadanya. Dia bertweriak lebih keras lagi. “ooouuggghhh, aduuuuh” Aku lang sung membuka baju dan celanaku, Agnespun membuka semua pakaiannya hingga sekarang kami berdua telanjang. Tubuhnya sangat putih dan mulus. Aku semakin bersemangat. 

Aku baru ingat pintu kamarnya belum dikunci, aku takut ada yang masuk dan mempergoki kami. Aku langsung mengunci pintinya. Agnes memelukku dari belankang lalu aku berbalik, aku memeluk dia dan mencium lagi bebirnya. Aku langsung menjilati payudara dan putingnya. Kemudian, Agnes langsung memegang kontolku dan mengulumnya. Sambil berkata “wah, kontolmu besar juga. Mungkin aku akan pingsan karena terlalu nikmat bercinta denganmu” Aku menjawab “apa aku bilang. kamu tidak akan kecewa” Agnes bertanya lagi “gimana , nikmat enggak? Aku hanya menganggukan kepala. Ternyata, Agnes sudah ahli melakukan oral seks. 

Aku bilang pada dia “aduuh, udah mau keluar nich” Tapi Agnes tetap asyik menulum kontolku. Akhirnya spermaku keluar dalam mulut Agnes. Tapi dia tidakm marah, malah dia menelannya, dan terus menjilati punyaku hingga bersih. Aku langsung membaringkan tubuh Agnes ke tempat tidur, dan aku langsung me”licking” memeknya Agnes. Aku kemudian menjilati klitorisnya dan mulai menjilati kedalam vaginanya. Sambil sesekali mem”f*ck you” dengan jari tengahku. Dia teriak kegelian “aahhhhh… geli sekali… oughh terus Jim, ayo sayang ougghhh” Aku semakin mempercepat jilatanku ke klitorisnya lalu Agnes bilang “Jim, udah mau keluar nih aduuuhhhh” Agnes mengeluarkan cairan kewanitaannya, lalu aku meminum dan menyedotnya. 

Agnes berkata lagi “hey Jim, ayo cepat masukan. Aku udah nggak tahan nih. Ayo dong” Aku langsung tancap gas dan memasukan kontolku ke vaginanya Agnes. Saat itu, aku diatas dan dia dibawah. Kami sambil berciuman. Aku merasakan betapa nikmatnya vagina Agnes Monica. Vaginanya masih sedikit rapat karena belum sering bercinta. Jepitannya pada kontolku sangat terasa. Aku sangat beruntung karena bisa bercinta dengan artis favoritku. Aku takan pernah melupakan ini dan aku berharap ini bisa terulang lagi.

Kami langsung berganti posisi, dengan gaya bintang laut. Agnes berbaring menghadap kesamping, dan daku ada di belakang dia. Aku kembali memompa kontolku. Aku mempercepat pompaanku. Agnes berteriak lagi “aaahhhh… nikmat aaahhh aduuuuhhhhhh terus Jim terus” Aku bembali ganti posisi dengan posisi Doggie Style/gaya anjing. Aku memompa lagi dengan pelan, sambil memegang pantantnya Agnes. Aku menekan punggungnya, hingga pantatnya semakin naik. Dan kami memakai variasi Servent Desire Variat. 

Agnes bicara lagi “Jim, aku udah mau keluar lagi nih aduuuhhhh” Aku tidak menghiraukannya dan kembali mempercepat genjotanku. Dan “crooottt”, air mani Agnes keluar, dan aku merasakan hangat di kontolku. Aku mencabut kontolku dan ternyata kontolku sudah penuh oleh air mani Agnes. Aku membersihkannya dengan tissu. Setelah bersih, Agnes kembali mengulum kontolku selama satu menit. Lalu dia menempelkan kontolku di jepitan payudaranya sambil meremasnya. Serta memasukan lubang kontolku be putingnya. Kemudian permainan kami lanjutka kembali. 

Kali ini aku duduk dan Agnes duduk diatasku lalu memasukan kontolku ke memeknya, dengan gaya belalang. Kami saling berhadapan, dan tubuhnya naik turun. Setelah 7 menit dia ganti arah, menjadi maju mundur dengan pelan,
hingga kami bisa sambil berciuman. Lalu aku membalikan tubuh Agnes sehingga dia membelakangiku. Aku mendorong pantatnya naik turun. 

Setelah itu aku kembali berbaring, sedangkan Agnes duduk diatasku, dengan memakai gaya Women On Top. Dia kembali naik turun, sambil aku terus memandangi tubuhnya, wajahnya, dadanya, dan memeknya. Rasanya seperti mimpi, ini bisa terjadi. Aku langsung bangun dan membalikkan tubuhnya sehingga sekarang aku ada diatas. Aku membuka kakinya dan membentangkannya hingga vaginanya sedikit lebar. Aku kembali menggenjotnya dan meremas payudaranya. Kakinya kembali aku rapatkan dan kami berpelukan kembali, dan aku mempercepat genjotannya karena rasanya aku sudah mau orgasme. 

Agnes berkata “Jim aku mau orgasme lagi, aaghhhh geli, ouuughhhh aduuuhhhhhh…..oh Jim” 

Aku menjawab “aku juga mau orgasme nih gimana, mau dikeluarin diluar atau daidalem?” 

Agnes berkata “keluarin didalem aja. Kebetulan besok aku kedatangan bulan. Sisa spermamu akan ikut terbawa keluar. Jadi aku tidak akan hamil”

Akhirnya kami berdua orgasme secara bersamaan dan terasa hangat sekali ada cairan di kontolku, saat itu kntolku masih ada didalam vagina Agnes. Kami berpelukan, berciuman, dan sepertinya aku mendengar dia bilang “ooughhh… Jim, i love you, makasih ya, kamu sungguh hebat. Aku sendiri merasa sangat puas, bisa orgasme sampai dua kali, dan Agnes tiga kali. Kami main selama 1 jam 17 menit. Setelah 15 menit kami beristirahat, kami mandi bersama pukul 8 malam. Aku bilang “kalau bertemu lagi, kamu mau nggak main lagi denganku?” 

Agnes menjawab “tentu saja aku mau. Rasanya tidak ada lagi pria yang lebih perkasa dari kamu. Sungguh nikmat” 

Kami kembali berpelukan dan berciuman selama 5 menit. Lalu aku pulang duluan agar orang tidak curiga. Sedangkan Agnes pulang belakangan. Aku berharap agar aku bertemu lagi dengan dia. Tapi Sampai sekarang aku belum pernah bertemu lagi dengan dia. Tapi aku selalu berdoa agar Agnes semakin sukses dan ngetop, walaupun aku tidak bisa memilikinya, tapi aku sudah merasakan nikmatnya vagina Agnes Monica. Terima kasih atas perhatian kalian yang telah membaca cerita ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: